Pilih Yang Mana Kamera Atau Ponsel?

Bersiap-siaplah seandainya nanti beredar di Indonesia produk-produk yang sangat memikat seperti yang dipamerkan di COMMUNIC Asia2010 Singapura yang berakhir pada Jumat (18/6).

Ada satu produk ponsel dari Altek Leo yang bentuk dan tampilannya menyerupai kamera saku digital.  Apalagi, saat lensa kamera dengan 3x optical zoom diaktifkan. Ia mampu menghasilkan foto berukuran 14 megapiksel dan rekaman video berdefinisi tinggi 720p. Jadi mau disebut dengan istilah ponsel kamera atau kamera ponsel ya?

Salah satu ponsel cerdas android 2.1 buatan Taiwan tersebut memakai layar sentuh 3,2 inci. dengan resolusi 800 x 480 piksel dan mampu menyajikan sampai 16,7 juta warna. Masih ditambah lagi dengan fitur Wifi, bluetooth, GPS terintegrasi, slot microSD, dan mendukung layanan HSDPA 7,2 Mbps.

Rencana dipamasarkan pada awal Oktober tahun ini, Ponsel Leo memiliki dimensi fisik 11,19 x 5,61 x 1,85 cm dan berat 140 gram. Ponsel Leo mulai dipasarkan di Taiwan, lalu ke negara lain. Kisaran harga jualnya USD 499 atau sekitar Rp 4,55 juta.

Ponsel Leo sangat berpeluang dipasarkan di Indonesia. Karena Ponsel Leo menggunakan OS Android, dimana OS Android ini memiliki banyak penggemar di Indonesia. Meskipun tanpa garansi resmi,itu tidak menjadi halangan bagi penggemar Android untuk memiliki ponsel Leo. Malah ada info menyebutkan kalau gadget android yang di luar negeri baru saja mulai dipasarkan, 1-2 minggu kemudian sudah tersedia secara terbatas di Indonesia. Seakan ada banyak “jalan masuk” yang tampaknya bisa dioptimalkan pecinta android tanah air.

Lain lagi dengan ponsel keluaran NTT DoCoMo. Ponsel F-04B itu tak berbeda dari kebanyakan ponsel lain. Perlu sedikit lebih cermat lagi untuk bisa tahu kalau ponsel F-04B sebenarnya ponsel yang sangat menarik.

Ponsel F-04B bisa difungsikan sebagai slider phone alias ponsel geser maupun ponsel geser dengan qwerty keyboard. Yang sangat menarik adalah bagian atas dan bawah ponsel itu dapat dipisahkan. Sambil bertelepon dengan menempelkan bagian bawah F-04B ke telinga, pemakai bisa browsing memakai bagian atas ponsel itu. Caranya cukup menyentuh layar 3,4 inci yang beresolusi 480 x 960 piksel itu. Ketikkan alamat situs yang hendak dibuka, kemudian silakan berselancar di dunia maya.

Bisa juga kalau ingin bermain game, gambar yang cemerlang muncul pada bagian atas ponsel yang dilengkapi dengan layar 16,7 juta. Pengendalinya adalah bagian bawah ponsel yang sementara waktu dipisahkan. Koneksi antara dua bagian ponsel itu memanfaatkan jalur bluetooth.

Selain itu masih ada lagi kemampuannya yaitu dapat difungsikan sebagai proyektor mini dengan cara memadukannya melalui aksesori tambahan. Berita yang kurang menguntungkan adalah ponsel buatan Fujitsu itu takkan ada kemungkinan tidak beredar di Indonesia.

Sementara Samsung memiliki Samsung Galaxy Beam yang dilengkapi dengan proyektor mini. Spesifikasinya, antara lain, layar 3,7 inci super amoled, kamera delapan megapiksel, dan sistem operasi android 2.1.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Pilih Yang Mana Kamera Atau Ponsel?”

  1. [...] canggih pula. Kalau dulu jam tangan hanya dipakai sebagai alat yang menunjukkan waktu plus aksesoris semata. Kini keberadaan jam tangan sudah dipoles dengan teknolog canggih dengan menanamkan ponsel [...]

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: wordpress themes free | Find Free WordPress Themes and find best wordpress themes at wordpress 4 themes.